LARI kini menjadi salah satu jenis olahraga yang sedang naik daun. Pasalnya, pasca pandemi Covid-19, euforia masyarakat untuk menerapkan hidup sehat dengan olahraga berlari langsung menjadi tren
Tingginya popularitas olahraga lari, membuat penggunaan dan pemilihan sepatu lari pun menjadi salah satu hal yang penting di kalangan pelari.
Namun, tahukah Anda, bahwa lari tak melulu harus menggunakan sepatu lari. Faktanya, olahraga berlari tanpa alas kaki alias barefoot ternyata memiliki kelebihan karena di luar resiko kaki lecet, sebenarnya, olahraga lari dengan barefoot justru minim dari risiko cedera. Wah, kok bisa?
Menurut spesialis kedokteran olahraga Sport Medicine, Injury & Recovery Centre RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp. KO, sepatu lari tidak hanya berfungsi sebagai sekedar pelindung kaki saja, namun juga mengubah cara berlari manusia.
“Berlari secara barefoot itu biasanya justru membuat teknik lari jadi lebih benar ya. Manfaat lainnya yaitu karena nggak pakai alas jadi saat lari bisa merasakan langsung secara sensori, tidak mudah ‘keseleo’, dan otot menjadi lebih kuat,” Dr. Andi, saat melakukan media discussion di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, (7/9/2022).
“Jadi, kebanyakan, pelari yang tidak menggunakan sepatu mempunyai kaki yang rata. Karena apa? ketika berlari tanpa sepatu atau barefoot ini, kaki akan mendarat pada bagian depan atau tengah terlebih dahulu dimana terdapat lekukan kaki,” sambungnya.
Sementara, lanjut Dr. Andi, pada pelari yang menggunakan sepatu, telapak kaki tetap mempunyai lengkungan sebagaimana mestinya karena sepatu sudah didesain untuk menjaga lengkungan kaki.
Berdasarkan penelitian, berlari dengan menggunakan sepatu ternyata bisa menyebabkan otot kaki kejang karena kerja yang lebih keras. Meski demikian, lari dengan telanjang kaki bukan berarti lebih baik ya!
“Jadi, sepatu lari itu tak hanya sekedar bermanfaat untuk melindungi kaki saja ya, tapi lebih dari itu, sebaiknya kita juga harus bisa memilih jenis sepatu lari yang nyaman untuk kaki kita,” terangnya.
Meski begitu, sekarang ini sudah banyak sepatu lari yang sudah menggunakan bantalan pada tumit sehingga bisa mengurangi tekanan pada tumit dan otot kaki sehingga tak perlu bekerja lebih keras.
Meskipun menggunakan sepatu ketika berlari itu penting, namun yang tidak kalah penting adalah pemilihan sepatu yang sesuai. Memilih sepatu lari memang bisa sangat membingungkan karena ada banyak bentuk sepatu yang beragam dari berbagi merk.
Sebaiknya, pilihlah sepatu lari yang sesuai dengan kebiasaan lari Anda. Bila Anda hanya menggunakan sepatu untuk jarak pendek, tentu pilihan sepatunya berbeda dengan sepatu untuk lari maraton.
“Bahkan, sebaiknya jangan memakai sepatu lari yang masih baru untuk digunakan lari jarak jauh seperti event marathon dan lain-lain. Sebaiknya dicoba untuk lari-lari jarak pendek dulu, baru kalau sudah nyaman di kaki, boleh dilanjut dipakai untuk lari jarak jauh,” saran Dr. Antonius
(Rizky Pradita Ananda)