ATTA Halilintar tengah mendapat musibah, dirinya diketahui tengah jatuh sakit. Dari keterangan sang istri, Aurel Hermansyah, Atta terserang Demam Berdarah Dengue alias DBD.
Gara-gara DBD, saat ini Atta harus dirawat di rumah sakit. Menurut Aurel, kemungkinan Atta harus dirawat di rumah sakit bukan hanya satu atau dua hari saja, tapi bahkan bisa sampai satu pekan lamanya.
Saat sakit DBD, pasien pasti mengalami penurunan jumlah trombosit dalam tubuh. Penurunan trombosit inilah yang memicu tubuh menjadi lemas tak berdaya. Maka dari itu, agar cepat pulih, trombosit harus cepat dinaikkan.
Salah satunya dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan, yang diketahui bisa membantu meningkatkan jumlah trombosit yang rendah secara alami. Mengutip Top10homeremedies, Senin (22/8/2022) berikut ulasan singkat empat jenis makanan yang disebut bisa bantu menaikkan jumlah trombosit.
1. Pepaya: Bukan hanya daging buahnya, tapi juga daunnya.. Pada tahun 2009, para peneliti di Asian Institute of Science and Technology di Malaysia mendapati kalau jus daun pepaya bisa meningkatkan jumlah trombosit orang yang di terdiagnosa demam berdarah. Nah, daging buah pepaya yang sarat vitamin C bisa ikut dikonsumsi untuk menangkal rasa pahitnya.
2. Labu: Kaya vitamin A, tanaman pangan ini juga bisa dikonsumsi untuk mengatur protein yang diproduksi di dalam sel, yang penting untuk meningkatkan jumlah trombosit.
3. Bayam: Sayuran hijau sumber vitamin K satu ini disebut sering digunakan untuk meningkatkan trombosit rendah. Vitamin K diperlukan untuk pembekuan darah yang tepat, sehingga bisa mengurangi risiko perdarahan yang berlebihan.
4. Sayur dan buah kaya vitamin C: Mau trombosit naik? Salah satu kuncinya adalah perlu meningkatkan asupan vitamin C bisa dengan makanan yakni lemon, jeruk, tomat, melon, kiwi, paprika dan brokoli. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 1990 di Jepang Journal of Hematology menyatakan, vitamin C bisa mendorong meningkatkan jumlah trombosit. Selain itu, vitamin C juga mencegah kerusakan dimediasi radikal bebas dari trombosit dan sebagai antioksidan alami.
(Rizky Pradita Ananda)