Apa yang dialami oleh Densu dan sang istri, mungkin juga dialami oleh beberapa pasangan suami istri lainnya. Alih-alih bak di negeri dongeng, tapi langsung dihadapkan masalah di awal pernikahan.
Dikatakan Erica MacGgregor, Psikolog, sewajarnya memang tidak ada pernikahan yang selamanya bahagia.
"Seperti semua hubungan, pernikahan pun akan ada fase pasang dan surut," kata Erica, dikutip dari Daily Oprah.
Namun, ketika pertengkaran itu terjadi, kata Erica, masing-masing pihak perlu belajar untuk saling mendengarkan sudut pandang satu sama lain, mengenali akar masalah, dan mencari solusinya bersama.
Masalah yang menjadi penyebab cekcok bahkan sampai bisa bertengkar hebat di awal masa pernikahan, disebut terapis keluarga dan pasangan dr. Juliana Morris, kemungkinan adalah bumbu untuk menuju rumah tangga yang bahagia.
"Adanya cekcok dalam rumah tangga, bahkan muncul di awal pernikahan, adalah hal normal. Masalah yang muncul itu mungkin saja menjadi 'bumbu' untuk mencapai hubungan pernikahan yang bahagia, karena ingat, tidak ada pernikahan tanpa masalah," jelas dr. Juliana.
Kunci lain dari mempertahankan rumah tangga adalah melihat kelemahan dan kelebihan pasangan secara sadar. Setelah mengetahui, terima hal tersebut. Menyadari juga bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia.
Saat Anda menyadari dan menerima kekurangan pasangan, mungkin akan menjadikan kekuatan kita sebagai pasangan untuk menutupi kekurangan pasangan kita sendiri dan begitu pun sebaliknya.
Dikatakan lebih lanjut, sejatinya pasangan suami istri jangan pernah lupa untuk melakukan hal menyenangkan bersama-sama. Bonding penting untuk terjaga selama pernikahan berlangsung.
"Melakukan hal yang Anda suka akan terasa lebih berarti jika pasangan pun ikut mengerjakannya. Coba hal baru untuk memicu adrenalin sekaligus membakar api asmara di antara Anda dan pasangan," saran Suzann Pileggi Pawelski, seorang penulis buku 'Happy Together'.
(Rizky Pradita Ananda)