KEPALA Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono Prawiraatmadja berharap masyarakat semakin peduli memelihara ekosistem mangrove. Apalagi mangrove sangat berguna dalam memelihara ekosistem lingkungan hidup.
"Semoga pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem mangrove semakin meningkat," kata Kepala BRGM seperti dikutip dari Antara.
Sampai dengan saat ini pelaksanaan rehabilitasi mangrove selalu dilaksanakan bersama komunitas dan program kerja masyarakat (pokmas) seperti penanaman mangrove dan pelestarian ekosistemnya.
Sementara itu, Natalia Lusnita selaku GM Corporate Communication & Sustainability MPMX mengatakan, pihaknya melakukan program rehabilitasi mangrove di Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Dalam melaksanakan kegiatan ini diawali dengan proses survei lokasi dan identifikasi lahan rehabilitasi mangrove (preliminary study), dilanjutkan dengan pemetaan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah binaan (social mapping), sosialisasi program kepada komunitas penggiat mangrove setempat, memberikan pelatihan teknik penanaman dan perawatan mangrove yang efisien, hingga penanaman 10.000 bibit mangrove di area seluas 1 hektar.
Selain itu juga dilakukan penguatan kelembagaan komunitas penggiat mangrove dan diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan dengan kelompok penggiat untuk merawat bibit yang telah ditanam tersebut.
BACA JUGA:Kagumi Wisata Hutan Mangrove Kota Langsa, Sandiaga: Pabrik Oksigen Terbesar
“Melalui program ini, kami ingin ikut aktif dalam mengatasi pemanasan global. Mangrove tidak saja dapat mengembalikan fungsi ekosistem dan lingkungan, tetapi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini adalah upaya kami untuk mendukung mitigasi dampak perubahan iklim dan mengimplementasikan praktik-praktik terbaik untuk mewujudkan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat," tambah Natalia Lusnita.
“Kami juga punya misi memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Untuk mendukung visi tersebut kami telah melakukan berbagai inisiatif program peningkatan kesejahteraan dan pelestarian lingkungan yang dilaksanakan di berbagai wilayah dimana kami berada, termasuk di NTT. Di tahun ini kami berfokus melakukan program rehabilitasi mangrove di wilayah Desa Golo Sepang untuk membantu pelestarian wilayah pesisir pantai NTT sekaligus berupaya meningkatkan kesejahteraan penggiat mangrove, nelayan, dan seluruh warga desa,” jelas Vinensia Kenanga selaku Corporate Secretary Head MPM Honda Jatim.
Melalui penandatanganan kesepakatan untuk merawat mangrove, lanjut Vinensia Kenanga, bibit mangrove yang ditanam diharapkan dapat dirawat dan tumbuh dengan baik sehingga bisa membawa manfaat bagi para penggiat, nelayan, dan warga desa setempat, di antaranya yaitu melindungi wilayah desa dan pemukiman dari abrasi, sehingga ketika air laut sedang pasang atau ada ombak besar tidak akan sampai ke area tempat tinggal warga.
Mangrove juga melindungi biota atau hewan-hewan laut seperti ikan, udang, kepiting, dan kerrang, untuk dapat hidup dan berkembang biak dengan baik, sehingga hasilnya dapat dinikmati para nelayan untuk dijual atau untuk dinikmati sendiri.
Buah dan daun dari pohon mangrove juga dapat diolah menjadi minuman dan makanan ringan sehingga bisa menjadi peluang UMKM warga setempat yang dapat memberikan tambahan pemasukan bagi rumah tangga warga Desa Golo Sepang.
(Dyah Ratna Meta Novia)