Eema menyadari betul bahwa dirinya yang seorang desainer itu dekat sekali dengan kelompok LGBT. Itu kenapa dia tidak membenci kelompok tersebut, tapi menurut Eema teman-teman LGBT-nya itu memiliki attitude.
"Intinya, semua yang tidak terarah, mau genre apapun, itu less attitude-nya," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Eema juga meluruskan makna dari Fashion Week itu sendiri. Menurut pemahamanya, acara pekan mode atau fashion week itu hanya berlangsung seminggu, tidak berbulan-bulan seperti yang terjadi pada Citayam Fashion Week.
“Lalu, kenapa dinamakan Citayam Fashion Week? Padahal, kata Eema, sejatinya itu event berlangsung di kawasan Sudirman, Jakarta,” serunya.
BACA JUGA:Adu Gaya Anya Geraldine vs Putri Marino, Si Lydia dan Kinan Layangan Putus!
BACA JUGA:5 Potret Adu Gaya Chef Renatta Moeloek vs Sang Ibunda, Sama-Sama Stylish!
(Rizky Pradita Ananda)