Napak Tilas Hari Anak Nasional, Sudah Ada Sejak Era Presiden Soeharto

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Sabtu 23 Juli 2022 05:21 WIB
Ilustrasi Kekerasan pada Anak. (Foto: Shutterstock)
Share :

HARI Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli menjadi spesial, lantaran sampai saat ini angka kekerasan dan pelcehan pada anak masih sangat tinggi. Oleh karena itu, perlu diingatkan kembali pentingnya peran anak-anak sebagai penerus bangsa.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat setidaknya ada 11.952 kasus kekerasan anak yang tercatat oleh Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni) sepanjang tahun 2021.

Perayaan ini bertujuan menyadarkan kita semua sebagai bangsa untuk sama-sama memenuhi hak anak-anak sebagai penerus bangsa. Sejarah Hari Anak Nasional pun perlu dipahami betul agar tujuan bersama itu bisa tercapai.

 

Sejarah Hari Anak berawal dari gagasan mantan Presiden Soeharto yang melihat anak-anak sebagai aset kemajuan bangsa. Bergerak dari itu, sejak 1984 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1984, ditetapkanlah 23 Juli setiap tahunnya sebagai Hari Anak Nasional.

Penentuan tanggal Hari Anak Nasional ternyata sempat berubah-ubah. Menurut beberapa sumber, Hari Anak Nasional awalnya tidak diketahui pasti kapan tanggalnya, namun pada 1952 diselenggarakan pawai anak-anak di Istana Merdeka yang disambut langsung oleh Presiden Soekarno. Ini merupakan sumbangsih ide dari Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Lalu, setahun berikutnya dalam sidang Kowani di Bandung pada 1953, pekan kanak-kanak Indonesia pun coba dirumuskan lebih serius lagi dan ditetapkan bahwa pekan kanak-kanak akan dirayakan setiap tahunnya pada minggu kedua bulan Juli, saat libur kenaikan kelas.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya