MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga bersama Kepala BKKBN ( Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Hasto Wardoyo, tengah mencanangkan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) Bebas Stunting wilayah Provinsi Sumatera Utara.
Bertemakan 'Bebas Stunting' dipilih berdasarkan kondisi prevalensi stunting di Sumatera Utara menurut Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021. Di mana angka yang terlihat cukup memprihatinkan. Tercatat 13 dari 33 kabupaten/kota berstatus “merah” yakni memiliki prevalensi stunting di atas angka 30 persen.
Menteri Bintang mengatakan, jumlah penduduk perempuan di Sumatera Utara mencapai 50,1 persen dan anak mencapai 35,64 persen dari total jumlah penduduk. Menurutnya mereka adalah potensi besar sumber daya manusia di Sumut, sehingga diperlukan adanya tindakan preventif untuk menghindarkan anak-anak dari kondisi stunting, dan kaum perempuannya bisa memberikan gizi yang seimbang.
"Berdasar Studi Status Gizi Indonesia 2021 prevalensi stunting di Sumatera Utara di atas angka 30 persen. Hal ini yang masih terus kita upayakan pencegahannya," katanya dalam keterangan resminya.