Menurutnya, jika ekonomi suatu keluarga itu baik, maka pernikahan dini sebetulnya bisa dihindari. “Kalau perekonomiannya bisa terangkat, bisa terbantu, kan siapa tahu bisa mengubah mindset,” ungkapnya.
Selain itu dibutuhkan pula peran pemerintah dalam mengentaskan pernikahan dini lewat sosialisasi. “Jadi saya pikir harus ada semacam kampanye dari pemerintah ke daerah-daerah bisa melalui ibu-ibu PKK kepada remaja-remaja putri tentang bahayanya pernikahan dini,” ujarnya.
BACA JUGA:Perlu Aksi Nyata untuk Bantu Entaskan Pernikahan Dini di Indonesia
Dia juga memiliki pesan kepada seluruh perempuan di Indonesia untuk utamakan pendidikan dan berkarya. “Pesan saya kepada generasi muda, khususnya buat perempuan, tetap mawas diri, bisa jaga diri, bergaul seluas-luasnya tidak apa-apa tapi jaga diri dan terus mengembangkan diri. Manfaatkanlah kemajuan teknologi, terus berkarya, kreatif supaya bisa menciptakan lapangan kerja,” kata Resita.
(Dyah Ratna Meta Novia)