Kegelisahan atau cemas tersebut jika didiamkam bisa menjadi kecemasan atau gangguan. “Ini adalah situasi di mana cemasnya itu sudah berlebihan. Bahkan ketika stressornya sudah tidak ada, tapi gejalanya masih dirasakan. Secara emosi ada rasa enggak nyaman, enggak enaknya, dan fisik juga merasakan hal yang sama,” jelas dia.
BACA JUGA : Podcast Aksi Nyata Perindo: Medsos Bisa Picu Stres, Begini Cara Atasinya
Bila kecemasan ini berlanjut, sambung dia, maka tidak menutup kemungkinan akan rentan mengalami depresi. “Kalau sudah depresi, itu sudah menyerang lima aspek dalam kehidupan kita. Secara fisik, entah itu asam lambung naik, kognisi merasa rendah diri, jadi self defeating, dan sebagainya,” ujarnya.
Oleh karena itu, masalah kesehatan mental sekecil apapun tidak boleh disepelekan. “Bukan hanya depresi nantinya, tapi bisa mengalami learn helplessness atau belajar menjadi orang yang pesimis,” kata Mazdha.
(Helmi Ade Saputra)