BPA Timbulkan Gangguan Kesuburan, BPOM: Kesehatan Masyarakat Harus Dilindungi

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 05 April 2022 12:16 WIB
Wanita alami gangguan kesuburan (Foto: Pinterest)
Share :

SAAT ini BPOM mengharuskan produsen pangan yang menggunakan kemasan plastik polikarbonat menaati ambang batas migrasi BPA yang ditetapkan sebesar 0,6 mg/kg. BPOM mengecek kepatuhan industri atas aturan yang sifatnya self-regulatory tersebut dengan menggelar audit secara rutin.

Hasil pemantauan BPOM per Februari 2022 menyebut level migrasi BPA pada galon guna ulang yang beredar luas di masyarakat menunjukkan kecenderungan yang mengkhawatirkan, baik pada sarana produksi maupun distribusi.

Ini peringatan pertama dari BPOM setelah dalam rentang enam tahun sebelumnya lembaga menyatakan level migrasi BPA pada galon guna ulang masih di bawah ambang batas berbahaya.

Dalam rancangan peraturan BPOM, saat ini memasuki fase pengesahan, produsen galon air minum yang menggunakan galon polikarbonat wajib mulai mencantumkan label berpotensi mengandung BPA kurun tiga tahun sejak peraturan disahkan. Sementara produsen yang menggunakan kemasan selain polikarbonat diperbolehkan mencantumkan label bebas BPA.

 

Apalagi menurut riset Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menunjukkan, risiko Bisfenol A (BPA), bahan kimia yang bisa memicu kanker dan kemandulan alias gangguan kesuburan. Oleh karena itu masyarakat berhak mendapatkan perlindungan.

Kepala BPOM Penny K. Lukito menjelaskan, rencana pelabelan itu bertujuan melindungi industri air kemasan dari tanggung jawab (liability) di masa datang sekaligus memberikan perlindungan kesehatan masyarakat. Apalagi kesehatan masyarakat sangat penting dan harus jadi concern utama.

Sementara itu, Koordinator riset dan teknologi FMCG Insights Muhammad Hasan mengatakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara terbuka dan berulang kali menekankan perlunya mengantisipasi dampak peredaran luas galon polikarbonat yang mengandung BPA. Apalagi BPA berdampak pada kesehatan masyarakat.

Seperti diketahui, ujar Hasan, otoritas keamanan pangan di berbagai negara mengkhawatirkan residu BPA pada kemasan polikarbonat dan efeknya pada kesehatan manusia.

 BACA JUGA: 35 Persen Gangguan Kesuburan Disebabkan Faktor Sperma

Di Perancis dan Kanada, misalnya, pemerintah di kedua negara melarang peredaran semua kemasan pangan yang mengandung BPA, setelah sebelumnya sebatas melarang penggunaannya pada kemasan botol bayi karena dianggap tidak aman.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya