Seperti apa ritual yang dikerjakan?
Setiap pawang ternyata memiliki caranya masing-masing. Ketika Anda tahu bahwa ritual pawang A mengenakan teknik A, maka pawang B mungkin akan menggunakan teknik yang berbeda, tidak harus A.
Tapi, ritual biasa dikerjakan dengan pasa putih atau berpuasa dengan hanya makan nasi tanpa garam dan minum air putih, sebelum 'hajatan' diadakan. Setelah itu, pawang hujan akan datang ke tempat tujuan memasang sepasang janur. Nah, janur ini diikat ke tiang yang menjadi pusat acara.
Jika acara menggunakan panggung, maka janur diikatkan di dua tiang panggung. Jika acara dilakukan di gedung, pawang hujan akan mengikat janur di pintu masuk kanan dan kiri.
Praktik ritual pawang hujan lainnya ialah menggunakan sapu lidi yang ditusuk di atasnya bawang merah, bawang putih, dan cabai. Teknik ini biasa dipakai di acara pernikahan.
Sesajen pawang hujan
Dalam menjalankan tugas sebagai pawang hujan, ada beberapa sajen yang mesti disiapkan. Sajen tersebut ternyata memiliki makna tersendiri.
"Ritual penangkal hujan memerlukan sesaji atau sajen. Sajen yang paling penting adalah tumpeng. Tumpeng ini disebut sebagai tumpeng robyong yang mengandung simbol budaya," terang laporannya.
So, berikut ini beberapa sesajen yang diminta pawang hujan untuk menolak hujan:
1. Telur yang dilambangkan sebagai wiji dadi (benih), terjadinya manusia.
2. Bumbu megono (gudangan): merupakan lukisan bakal (embrio) hidup manusia.
3. Cambah: benih dan bakal manusia yang akan selalu tumbuh.
4. Kacang panjang: dalam kehidupan semestinya manusia berpikir panjang (nalar kang mulur) dan jangan memiliki pemikiran picik (mulur mungkrete nalar pating saluwir), sehingga dapat menanggapi segala hal dengan kesadaran.
5. Tomat: kesadaran itu akan menimbulkan perbuatan yang gemar maksiat berupaya menjadi jalma limpat seprapat tamat.
6. Brambang: Perbuatan yang selalu dengan pertimbangan.
7. Kangkung: Manusia semacam itu tergolong manusia linangkung (tingkat tinggi).
8. Bayem: karenanya bukan mustahil kalau hidupnya jadi ayem tentrem.
9. Lombok abang: akhirnya akan muncul keberanian dan tekad untuk manunggal dengan Tuhan.
10. Ingkung: Cita-cita manunggal itu dilakukan melalui manekung.