KELOMPOK Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Timuhun, Kabupaten Klungkung, Bali optimistis pengembangan objek wisata "Lembah Wenara" di desa setempat dengan berbagai fasilitas pendukungnya akan potensial untuk menggaet kunjungan wisatawan.
"Selain bisa melihat 'view' yang indah perpaduan pegunungan, lembah, laut dan spot selfie serta kehidupan para kera (wenara), nantinya akan dikembangkan agrowisata," Ketua Pokdarwis Desa Timuhun I Wayan Gelgel di Semarapura, Klungkung.
Gelgel menyampaikan optimisme tersebut saat berbincang dalam acara reses yang dilaksanakan anggota DPD RI Made Mangku Pastika bertajuk "Pengembangan Pokdarwis Desa Timuhun".
Selain menawarkan keindahan alam, ujar Gelgel, di desa tersebut juga dapat dikembangkan wisata spiritual karena terdapat Pura Pucak Jati dan sumber mata air yang bisa langsung diminum oleh masyarakat.
"Karena pandemi COVID-19, saya bersama teman-teman yang sebelumnya bekerja di sektor pariwisata kini pulang kampung untuk menggarap potensi wisata yang belum tergarap di Desa Timuhun ini," ucap pria yang sebelumnya berprofesi sebagai chef di salah hotel ternama di Bali itu.
Terlebih Desa Timuhun dengan Lembah Wenara ini posisinya sangat strategis di perbatasan tiga kabupaten yakni Kabupaten Karangasem, Klungkung dan Kabupaten Bangli. Demikian pula jarak tempuh dari pusat ibu kota Kabupaten Klungkung hanya sekitar 15 menit.
"Dengan pengembangan agrowisata, selain juga untuk menarik kunjungan wisatawan, sekaligus agar kami bisa tetap menyambung hidup dari sektor pertanian," ucapnya.