MENGINGAT pekan sarapan nasional pada 14-20 Febuari mendatang, ternyata kebiasaan sarapan pagi di Indonesia masih cukup rendah. Sekitar 60 persen anak di Indonesia belum memiliki kebiasaan untuk sarapan.
Menurut Dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SP, GK, Spesialis Gizi Klinis, menciptakan kebiasaan baik bagi anak untuk melakukan sarapan menjadi tantangan bagi orang tua. Umumnya hanya minum teh atau susu sehingga capaian sarapan yang bergizi tidak tercapai.
"Biasanya urusan yang dihadapi itu susah bangunin anak, semacam peringatan buat kita sebagai orangtua untuk mulai mengajak sarapan. Karena ternyata 60% anak di Indonesia belum memiliki kebiasaan untuk sarapan itu hasil riset kesehatan dasar pada 2013 dan sekitar 40% itu sempat sarapan tapi sarapannya tidak sampai 15% dari kebutuhan harian kita," ujarnya dalam acara virtual Sambut Pekan Sarapan Nasional, Kamis (17/2/2022)
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk kebutuhan dasar gizi dalam sarapan seseorang setiap harinya yaitu 20-30 persen. Namun faktanya banyak anak Indonesia tidak mencapai 15 persen, kebutuhan harian dasarnya.