“Calum membutuhkan anjing itu. Anjing itu dilatih. Dia telah melatih anjing itu. Jetstar tampaknya memaksakan persyaratan mereka pada siapa yang telah melatih anjing itu. Yah, itu bukan urusan mereka," tambahnya.
Sementara, Anggota Parlemen Federal Independen, Clark Andrew Wilkie mengaku sangat kecewa dengan penanganan Jetstar atas kebutuhan sah Calum untuk membawa anjing pendampingnya dalam penerbangan dari Tasmania ke Queensland.
"Calum selalu bertindak dengan itikad baik dan memberikan semua dokumentasi yang diminta maskapai. Tiketnya dicabut adalah tindakan kejam dan menyakitkan. Dia belum terbang antarnegara bagian selama lebih dari satu dekade, jadi dia sangat terpukul," kata Wilkie.
“Ada juga pertanyaan apakah maskapai melanggar undang-undang antidiskriminasi dan konsumen. Intinya adalah bahwa Jetstar gagal bertindak seperti warga korporat yang baik dan bekerja dengan Calum untuk menemukan cara agar dia dan anjingnya selamat ke tujuan mereka," imbuhnya.
Wilkie menambahkan, ini hanya puncak gunung es karena tidak jarang orang dengan bantuan hewan di Australia ditolak akses ke transportasi umum, jadi jelas reformasi hukum federal diperlukan jika ini ingin diperbaiki.
Jetstar telah melakukan kontak dengan Sanderson, dan karena Sun tidak diizinkan untuk bepergian, maskapai penerbangan telah menawarkan pengembalian dana penuh kepadanya.
"Kami mohon maaf jika ada kesalahpahaman dengan agen live chat kami," pungkasnya.
(Rizka Diputra)