PEMERINTAH masih terus berupaya untuk mengentaskan stunting di Indonesia. Salah satunya dengan cara mensosialisasikan pentingnya Air Susu Ibu (ASI) eksklusif bagi bayi berusia 0-6 bulan dan melanjutkan pemberian ASI sampai usia 2 tahun atau lebih dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP ASI).
Merangkum dari laman Instagram resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), @kemenkes_ri, Senin (31/01/2022), ASI merupakan sumber zat gizi yang sangat ideal dengan komposisi seimbang dan sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan bayi.
ASI mengandung zat kekebalan yang akan melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi bakteri, virus, parasit, dan jamur. Pemberian ASI eksklusif adalah memberikan ASI saja tanpa makanan atau minuman lain, kecuali vitamin, mineral, atau obat-obatan dalam bentuk sirup. ASI eksklusif ini diberikan sejak lahir sampai usia 6 bulan.
Dalam unggahan tersebut Kemenkes membagikan tentang 8 fakta penting terkait ASI untuk kebutuhan gizi bayi usia 0-6 bulan, berikut ulasannya:
1. Kebutuhan gizi pada bayi usia 0-6 bulan cukup terpenuhi dari ASI saja (ASI eksklusif).
2. Berikan kolostrum, yaitu ASI yang pertama keluar dan berwarna kekuningan.
3. Jangan beri makanan atau minuman selain ASI.
4. Menyusui bayi sesering mungkin sesuai keinginan bayi, sekira 8-12 kali atau lebih dalam 24 jam.
5. Jika bayi tidur lebih dari 3 jam, bangunkan lalu susui.
6. Pada saat menyusui biarkan bayi selesai menyusui dari satu payudara sampai bayi melepas sendiri, sebelum memberikan payudara yang lain agar bayi mendapatkan ASI akhir (hind milk) yang kaya akan lemak.
Baca juga: Tak Cuma ke Bayi, ASI Buat Otak si Ibu Sehat Loh
7. Susui anak dalam kondisi menyenangkan, nyaman, dan penuh perhatian.
8. Dukungan suami dan keluarga penting dalam keberhasilan ASI eksklusif.
(Dyah Ratna Meta Novia)