Ahli Epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman, pun menyatakan bahwa penyuntikkan vaksin kosong tidak berbahaya.
"Risikonya kecil sekali, sekalipun misalnya menyuntikkan udara," kata Dicky pada MNC Portal, Sabtu (22/1/2022).
Meski begitu, kejadian ini cukup ditanggapi serius oleh Dicky Budiman. Menurutnya, poin utama yang mestinya disorot adalah tindakan tidak memberikan perlindungan pada si anak karena menyuntikkan vaksin kosong.
Ya, anak SD tersebut tentu menjadi target pemerintah dalam upaya memberikan perlindungan dari ancaman virus Covid-19. Tapi, dengan tindakan penyuntikkan vaksin kosong, artinya si anak tidak mendapat perlindungan dari vaksin.
"Bicara soal proteksi, si anak SD tersebut artinya tidak mendapatkan apa yang diharapkan. Kalau vaksin tidak diberikan ke si anak, ini bahaya sekali di situasi pandemi seperti sekarang," tegasnya.