Jejak Kemewahan Pada Kawasan Perdagangan Kayutangan Malang Peninggalan Belanda

Avirista Midaada, Jurnalis
Kamis 13 Januari 2022 13:04 WIB
Kawasan Kayutangan, Malang (MPI/Avirista Midaada)
Share :

Sejarahwan Universitas Negeri Malang (UM) Reza Hudiyanto menyebut, Kayutangan oleh Belanda dikonsep layaknya kota – kota di Eropa dengan ciri khas yang unik dan berbeda dengan kawasan kota – kota lainnya. Hal ini menjadikan antara etalase toko dengan jalan di Kayutangan cukup dekat.

“Konsep etalase memajang barang yang ada di trotoar, jadi dibuat sedekat mungkin toko itu dengan trotoar, itu seperti di Ho Chi Min city memang dibangun Prancis untuk itu. Ciri khas kota-kota di Eropa jalan trotoar kan sekalian bisa lihat,” ucap Reza, ditemui MNC Portal.

Pembangunanya pun dibuat berbeda dengan kawasan perkotaan lainnya di era Belanda. Bila beberapa bangunan yang didirikan Belanda, menghadap ke sudut jalan pintunya. Kawasan Kayutangan dibangun menyesuaikan bentuk jalan memanjang dengan jarak antara jalan dan toko yang dekat.

“Bentuknya gini ngikuti jalan, karena Kayutangan konsep kawasan bisnis perdagangan, tidak bisa menggunakan rumus kawasan perumahan. Kalau Splendid Inn satu kawasan permukiman bisa, harus ada space untuk taman, ada jarak antara jalan dengan titik terluar dari rumah. Jadi biasanya seperti itu, peraturan pemukiman dengan perdagangan lain berbeda,” terangnya.

Berbeda dengan kawasan perdagangan Pecinan di sisi selatan Kota Malang, Kayutangan disebut Reza lebih mengakomodir kepentingan kaum borjuis dan saudagar kaya Eropa. Barang yang dijual pun harganya lebih mahal dan berkelas.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya