SETIAP tahun, orang kerap membuat resolusi apa yang hendak dilakukan di tahun yang baru. Resolusi idealnya memang sebagai target untuk dicapai seseorang, sehingga bisa menjadi lebih baik.
Tapi tidak jarang, resolusi yang dibuat hanyalah sebatas angan-angan dan tidak diterapkan. Lantas, apakah sebenarnya membuat resolusi itu perlu dilakukan?
Sebuah studi tentang resolusi tahun baru yang dikutip dari Mentah Health First Aid AS (MHFA) menemukan bahwa sekitar 40 persen orang Amerika menetapkan resolusi pada awal tahun, dan kurang dari setengahnya berhasil setelah enam bulan.
MHFA mengatakan penting untuk membuat resolusi tahun baru tetap realistis. Saat menetapkan resolusi, penting untuk meluangkan waktu untuk merenungkan perubahan yang ingin Anda lihat dan apa yang secara realistis dapat Anda lakukan untuk mencapai perubahan itu.
"Dengan mengambil langkah-langkah yang lebih kecil dan lebih dapat dicapai menuju tujuan Anda, ada kemungkinan lebih besar bahwa Anda akan mempertahankannya," kata organisasi itu seperti dikutip dari Antara.
Ini berlaku untuk semua jenis resolusi, termasuk kesehatan mental. Anda dapat membantu mengelola gejala kesehatan mental Anda dengan mengambil langkah-langkah kecil setiap hari.
Pertama, luangkan waktu untuk perawatan diri. Pikirkan daftar kegiatan perawatan diri yang membuat Anda bahagia dan jadwalkan sebagai bagian dari rutinitas harian Anda. Ini bisa berupa sesi terapi terstruktur atau latihan harian atau sekadar jalan-jalan di luar ruangan atau waktu bersama orang-orang terkasih.
Lebih lanjut, bersikap baiklah kepada diri sendiri. Perubahan bisa jadi sulit dan seringkali membutuhkan waktu. Biarkan diri Anda memiliki perasaan dan maafkan diri Anda atas kesalahan. Anda di sini dan melakukan yang terbaik, dan itulah yang terpenting.
Hal lain yang dapat membantu Anda mengelola kesehatan mental adalah dengan menjadikan tidur sebagai prioritas. Studi telah menemukan bahwa tidur dan kesehatan mental terhubung.