Selain berkaitan dengan Covid-19, Eijkman juga akan difokuskan membuat fundamental riset kesehatan yang sebelumnya tidak ada di BRIN. “Ada 5 pusat riset, tapi hampir semua kosong kecuali Eijkman,” terang Handoko.
Lebih lanjut, Wien menjelaskan bahwa target lain Eijkman di 2022 adalah fokus pada riset penyakit infeksi, khususnya pada penyakit infeksi zoonosis. Lalu, riset penyakit infeksi juga akan dilakukan pada masalah resistensi antibiotik yang disebabkan virus lain selain SARS CoV2.
Baca juga: Vaksin Merah Putih Gagal Muncul Awal 2022, Ini 3 Penyebabnya
Kalau terkait SARS CoV2, Eijkman akan bekerja sama dengan RSCM dan beberapa rumah sakit di Jakarta lainnya untuk melakukan Sero-Prevalence Survey. “Survei ini akan membaca sudah sejauh mana akibat dari infeksi dan vaksinasi, yang pada akhirnya membaca data apakah kekebalan di masyarakat sudah tercapai atau belum,” terang Wien.
(Dyah Ratna Meta Novia)