Bergabung dengan BRIN, Eijkman di 2022 Fokus Kembangkan Vaksin Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 28 Desember 2021 15:59 WIB
Vaksin Covid-19 (Foto: Freepik)
Share :

LEMBAGA Eijkman resmi bergabung dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pada 1 September 2021. Namun, penyerahan jabatan baru dilakukan hari ini, Selasa (28/12/2021).

Ya, Eijkman kini dipimpin Plt. Dr. Wien Kusharyoto, yang sebelumnya adalah Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein desain LIPI, bukan lagi Profesor Amin Soebandrio. Nama lembaga tersebut pun berubah menjadi Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman BRIN.

 

Bergabungnya Eijkman ke dalam BRIN semakin menguatkan lembaga biologi molekuler ternama itu di bidang riset Tanah Air.

Karena sudah bergabung dengan BRIN, ada beberapa target yang diharapkan dapat dicapai Eijkman di 2022. Hal ini tidak jauh-jauh dari masalah Covid-19.

Seperti disampaikan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, ada beberapa target yang ditetapkan untuk Eijkman di 2022, salah satunya fokus menangani pandemi Covid-19.

“Target Eijkman di 2022 masih seputar Covid-19, yaitu mengembangkan vaksin dan alat deteksi. Selain itu, surveilans dengan whole genome sequencing juga akan diteruskan,” kata Handoko dalam acara Sarasehan: Arah Riset Biologi Molekuler di BRIN, di Auditorium Eijkman, Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Selain berkaitan dengan Covid-19, Eijkman juga akan difokuskan membuat fundamental riset kesehatan yang sebelumnya tidak ada di BRIN. “Ada 5 pusat riset, tapi hampir semua kosong kecuali Eijkman,” terang Handoko.

Lebih lanjut, Wien menjelaskan bahwa target lain Eijkman di 2022 adalah fokus pada riset penyakit infeksi, khususnya pada penyakit infeksi zoonosis. Lalu, riset penyakit infeksi juga akan dilakukan pada masalah resistensi antibiotik yang disebabkan virus lain selain SARS CoV2.

 Baca juga: Vaksin Merah Putih Gagal Muncul Awal 2022, Ini 3 Penyebabnya

Kalau terkait SARS CoV2, Eijkman akan bekerja sama dengan RSCM dan beberapa rumah sakit di Jakarta lainnya untuk melakukan Sero-Prevalence Survey. “Survei ini akan membaca sudah sejauh mana akibat dari infeksi dan vaksinasi, yang pada akhirnya membaca data apakah kekebalan di masyarakat sudah tercapai atau belum,” terang Wien.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya