BARU seminggu varian Omicron menelan korban di London, Inggris, kini korban akibat varian terbaru itu kembali naik. Tidak tanggung-tanggung, jumlah kematian akibat varian Omicron naik 12 kali lipat.
Wakil Perdana Menteri Inggris, Dominic Raab melaporkan bahwa jumlah kematian akibat kasus varian Omicron di negaranya naik menjadi 12 orang dalam seminggu. Meskipun demikian, pemerintah Inggris memang tidak mengambil pembatasan sosial secara besar-besaran, hanya pembatasan ketat.
Padahal sebelumnya, Inggris telah melaporkan rekor tingkat kasus Covid-19 yang semakin meningkat. Jajaran Menteri dan pejabat telah memperingatkan bahwa gelombang baru Omicron akan terus menyebar.
Selain 12 kematian, Raab mengatakan 104 orang lainnya saat ini dirawat di rumah sakit akibat Omicron. Para pejabat memperingatkan pekan lalu bahwa rawat inap dapat mencapai level tertinggi apabila pemerintah tidak mengambil tindakan. Terlebih menjelang perayaan natal dan tahun baru.
Menanggapi hal tersebut, Raab mengatakan kepada Times Radio bahwa pihaknya masih belum bisa mengambil keputusan tersebut sampai detik ini. "Saya tidak bisa memberikan jaminan yang keras dan cepatm,” kata Raab seperti dikutip dari CNA.
"Dalam menilai situasi, kami sangat bergantung pada data nyata yang masuk dan akan membutuhkan sedikit lebih banyak waktu untuk menilai masalah kritis dari keparahan Omicron ini," lanjutnya
Hal serupa juga dikemukakan oleh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson yang menentang adanya aturan pembatasan jelang natal dan tahun baru. Apabila hal tersebut terjadi, akan menimbulkan biaya politik yang tinggi.