Dokter Ingatkan Orangtua Tak Perlu Beri Paracetamol Pasca-Vaksin Anak 6-11 Tahun

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Minggu 19 Desember 2021 10:47 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)
Share :

PEMERINTAH memulai vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak di atas 6 tahun. Vaksin ini dimaksudkan untuk memperluas perlindungan terhadap Covid-19, apalagi saat ini varian Omicron telah masuk ke Indonesia.

Layaknya vaksin lainnya, akan ada demam yang merupakan salah satu bentuk respon tubuh setelah mendapatkan suntikan vaksin atau biasa disebut sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). KIPI pascavaksinasi Covid-19 pada umumnya bergejala ringan yang dibagi menjadi dua, yakni lokal dan sistemik.

Tapi, Ketua Satgas Imunisasi IDAI Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, SpA(K) menyarankan agar orang tua tak perlu memberikan paracetamol kepada anak jika memang tidak timbul gejala demam pasca vaksinasi Covid-19 karena dapat mempengaruhi proses pembentukan antibodi.

“Kalau timbul demam, kita beri paracetamol. Tapi mohon dengan sangat, paracetamol jangan diberikan sebelum timbulnya demam. Karena kalau diberikan paracetamol sebelum dimulainya demam akan mengganggu proses pembentukan antibodi sehingga kekebalannya akan lebih rendah,” kata Hartono seperti dilansir dari Antara.

Hal tersebut, lanjutnya, didasarkan pada pengamatan dan pengalaman vaksinasi jenis lainnya yang diberikan pada anak atau bayi pada umumnya.

“Untuk vaksin Covid-19, ini sebenarnya belum diteliti. Tapi untuk amannya, jangan diberikan obat penurun demam sebelum timbulnya demam. Bila timbul demam, silakan berikan obat penurun demam,” ujarnya.

Pada gejala lokal efek samping yang dirasakan berupa nyeri, kemerahan, atau bengkak pada tempat suntikan. Sementara KIPI sistemik berupa efek lemas, mengantuk, badan terasa hangat, hingga demam.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya