ADA yang unik dari fashion show Indonesian Fashion Chamber (IFC) di momen ulang tahunnya yang ke-6. Secara khusus, Istora Senayan GBK Jakarta diubah menjadi runway outdoor super kece.
Ya, para model berlenggok di ruang terbuka Istora Senayan dengan membawakan koleksi desainer anggota IFC dari Aceh hingga Makassar. Luar biasanya, ada 100 desainer yang terlibat dalam parade fashion kali ini, yang artinya ada 100 koleksi diperlihatkan.
Jika dilihat dari koleksi yang dipamerkan, semuanya punya karakter tersendiri. Ada koleksi yang memperlihatkan keindahan wastra Nusantara, koleksi yang membawa isu sustainability dengan mengandalkan material karung beras, hingga koleksi bridal.
"Keberagaman ini yang ditonjolkan dari IFC sejak dulu. Para desainer yang terlibat di parade fashion berasal dari daerah di seluruh Indonesia dan mereka memiliki DNA sendiri di setiap koleksinya," kata Ali Charisma, National Chairman Indonesia Fashion Chamber, yang ditemui MNC Portal usai show.
Baca Juga : Ragam Kreasi Songket Ready To Wear Tampil di ISEF 2021
Terlibatnya 100 desainer di fashion parade HUT IFC ke-6, lanjut Ali, sebagai bentuk ekspresi kreativitas para member dan upaya membangkitkan gelora fashion lokal yang selalu digaungkan IFC.
Tak hanya itu, promosi fashion lokal daerah menjadi salah satu tujuan diadakannya parade fashion tersebut. "Ini bentuk promosi desainer Indonesia beserta karyanya yang sangat beragam. Tak hanya modest fashion, tapi ada koleksi edgy hingga bridal," terang Ali.
Ada pesan menarik yang coba disampaikan Ali Charisma bahwa mimpi besar Indonesia bisa menjadi pusat fashion Muslim global masih terus membara. Upaya promosi dan desainer yang terus berkarya di tengah pandemi Covid-19 menjadi pemantik untuk terus mengejar cita-cita tersebut.
"Kami berkomitmen juga untuk menggiatkan program dan kegiatan yang lebih optimal, berkesinambungan, dan berkelanjutan sebagai upaya mengembangkan ekosistem industri fashion lokal," tambahnya.
Pada puncak parade fashion HUT IFC ke-6 pencinta fashion dimanjakan 2 koleksi yang bisa dikatakan menarik dengan kesan grande nan dramatis. Adalah koleksi Deden Siswanto dengan keindahan kain wastra yang dibuat sangat maxi dengan aksesori kepala yang besar.
Kemudian, koleksi 'gong' berikutnya datang dari desainer Eko Tjandra. Ia mengeluarkan koleksi dress panjang dengan siluet menarik pada bagian dada dan pinggul. Mahkota super besar sayang untuk dilewatkan.
Di acara ini juga Ali Charisma menyampaikan informasi terkait MUFFEST+ 2022 yang mana puncak acaranya direncanakan pada 28 hingga 31 Juli 2022. "MUFFEST+ 2022 akan menjadi pioner tren fashion 2023 mendatang," katanya.
(Helmi Ade Saputra)