Sejarah 11.11 Jadi Hari Jomblo Sedunia, Malah Dimanfaatkan untuk Belanja Online

Calista Angelina, Jurnalis
Kamis 11 November 2021 14:32 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

Beberapa e-commerce menyelenggarakan pertunjukan yang memukau, menampilkan bintang pop papan atas seperti Taylor Swift dan Pharrell Williams di tahun-tahun sebelumnya. Lalu, acara tersebut disiarkan di TV satelit internasional dan platform streaming online, yang menarik miliaran audiens.

Bahkan COVID-19 pun tak menjadi penghalang, orang-orang tetap menyerbu diskon dan belanja besar-besaran. Bagi banyak pembeli, kebutuhan adalah nomor sekian tapi diskon dan terbatasnya produk nomor satu. Sikap impulsif oleh budaya konsumen fanatik bisa menjadi faktor utama atas keberhasilan e-commerce meraup keuntungan.

Beberapa pembeli menyatakan penyesalan atas tindakan impulsif mereka, bahkan bercanda tentang harus "memotong tangan" agar menghentikan mereka belanja banyak di hari diskon besar-besaran.

Fenomena belanja besar-besaran ini ditanggapi oleh Yang Jianlan, seorang psikolog menulis sebuah artikel untuk Xinhua News Agency yang dikelola pemerintah. Yang Jianlan menyinggung soal bahwa konsumen mungkin menderita gangguan shopaholic atau impulsif yang dipenuhi oleh "emosi negatif".

Berbelanja mungkin merupakan salah satu cara untuk menghindari stres dan menghadiahi diri sendiri (self-reward). Tidak hanya kaum milenial, yang berbelanja di Hari Jomblo. Kini e-commerce dan semua perusahaan telah menargetkan anak-anak dan orang tua juga untuk ikut serta belanja sebagai bentuk self-reward dan self-love.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya