6. Jamur
Seperti manusia, jamur dapat melakukan sintesis vitamin saat terkena sinar UV. Jamur liar adalah sumber vitamin D2 yang sangat baik. Faktanya, beberapa varietas mengemas hingga 2.300 IU per porsi 3,5 ons (100 gram) — hampir tiga kali DV.
Di sisi lain, jamur yang ditanam secara komersil dan ditanam dalam gelap akan mengandung sangat sedikit D2.
7. Susu Sapi
(Makanan yang Mengandung Vitamin D, Foto: Boldsky)
Susu sapi merupakan jenis susu yang paling umum dikonsumsi, secara alami banyak nutrisi, termasuk kalsium, fosfor, dan riboflavin. Di beberapa negara, susu sapi diperkaya dengan Vitamin D. Biasanya mengandung sekitar 115-130 IU per cangkir (237 ml), atau sekitar 15-22% dari DV.
8. Susu Kedelai
Karena vitamin D ditemukan hampir pada semua produk hewani, vegetarian dan vegan jadi sulit mendapatkan cukup vitamin D. Nah, oleh karena itu, susu kedelai dapat dijadikan pengganti susu nabati. Satu cangkirnya (237 ml) biasanya mengandung 107-117 IU Vitamin D, atau 13-15% dari DV.
9. Jus Jeruk
Bagi yang memiliki alergi susu, beberapa negara membuat jus jeruk yang diperkaya dengan vitamin D dan nutrisi lainnya, seperti kalsium. Satu cangkir jus jeruk (237 ml) mengemas hingga 100 IU, atau 12% dari DV.
10. Oatmeal
Oatmeal instan juga ada yang diperkaya dengan vitamin D. Setengah cangkir (78 gram) oatmeal ini dapat memberikan 54–136 IU, atau hingga 17% dari DV (41, 42).
Meskipun sereal dan oatmeal yang diperkaya memberikan lebih sedikit Vitamin D daripada banyak sumber alami lainnya tapi tetap bisa menjadi cara yang baik untuk meningkatkan asupan Vitamin D Anda.
(Helmi Ade Saputra)