6 Makanan Khas Bali di Hari Raya Galungan, Wajib Dicoba Nih!

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis
Rabu 10 November 2021 11:41 WIB
Lawar jadi salah satu makanan khas Bali saat Galungan (dok Shutterstock/Ariyani Tedjo)
Share :

JAKARTA - Umat Hindu di Bali memperingati Hari Raya Galungan 2021 pada Rabu (10/11/2021). Perayaan dilakukan untuk menandai kemenangan dharma atau kebaikan atas adharma alias kejahatan.

Saat Galungan, masyarakat Bali mempercayai roh leluhur datang mengunjungi Bumi.

Biasanya saat perayaan Galungan, terdapat beberapa makanan khas Bali yang wajib ada.

Berikut enam makanan khas Bali di Hari Raya Galungan dirangkum Okezone:

 

Baca Juga:

 4 Pose Seksi Pramugari Kyriana Christou, Si Gadis Pulau yang Menggoda Iman Lelaki

Keunikan Bandara Halim Perdanakusuma, Tempat Mendarat 6 Tokoh Dunia

1. Balung kuah

Makanan ini merupakan sejenis sup yang dibuat dari balung atau tulang belulang hewan. Biasanya selain balung juga dicampur dengan aneka sayuran seperti nangka, kacang-kacangan, pakis, dan lain-lain agar terlihat banyak dan bisa lebih mengenyangkan.

2. Timbungan

Makanan ini biasanya terbuat dari daging babi atau daging hewan lainnya, yang dimasak di dalam bumbu muda. Uniknya, makanan ini hanya dipanaskan di samping api, sehingga akan matang menggunakan asap dan panasnya api.

3. Urutan

Urutan merupakan sejenis sosis yang dibuat dari daging babi. Babi bagian daging dan lemak biasanya dicincang dan dicampur dengan bumbu gede khas Bali yang pedas.

4. Lawar

Lawar merupakan hidangan daging cincang yang dicampur dengan sayuran. Makanan ini biasanya dibuat dari daging ayam, kerbau, bebek, maupun babi.

Pengolahan lawar umumnya dilakukan satu hari menjelang hari raya, yaitu pada waktu Penampahan.

5. Brengkes

Brengkes terbuat dari sisa lawar. Biasanya dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus hingga matang.

Pengukusan dilakukan untuk menghilangkan bau amis pada makanan.

6. Aneka sate

Ada banyak jenis sate yang muncul di perayaan Galungan. Di antaranya sate yang dibuat dari daging yang ditusuk-tusuk seperti biasa, disebut sate asem.

Sementara itu, sate yang dicampur dengan kelapa disebut sate lilit, dagingnya dicincang dan diaduk dengan kelapa, lalu dililitkan ke batang bambu.

(Kurniawati Hasjanah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya