VIRUS Covid-19 memang disebut akan setara dengan flu biasa, ketika banyak orang sudah divaksin dan imunitas kelompok atau herd immunity. Herd immunity sendiri baru terbentuk setelah masyarakat yang mendapat vaksin mencapai 70 persen dari popoulasi atau lebih.
Tapi, hal tersebut bukan berlaku untuk satu negara saja, melainkan seluruh negara di dunia ini. Sayangnya ketersediaan vaksin memang sangat terbatas, akibatnya jika negara tersebut tidak mendapatkan vaksin maka bukan tidak mungkin ada varian baru yang bermutasi di sana. Jadi, harapan bahwa Covid-19 akan menjadi seperti flu biasa nampaknya masih sulit terwujud dalam waktu dekat.
Tapi, baru-baru ini beredar unggahan di media sosial yang menyebutkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui Covid-19 sama seperti penyakit flu biasa. Selain itu informasi tersebut juga mengklaim sebanyak 500 ribu orang di Amerika Serikat (AS) meninggal dunia karena menerima vaksin Covid-19.
Baca Juga: Jika Covid-19 Sudah Jadi Flu Biasa, Masih Perlukah Jaga Jarak?
Merangkum dari laman Instagram resmi Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), @lawancovid19_id, menegaskan bahwa kabar yang beredar tersebut sama sekali tidak benar alias hoax.
Fakta sebenarnya menegaskan bahwa tidak ditemukan artikel atau pernyataan resmi dari WHO yang menyatakan lembaga itu mengakui Covid-19 sama seperti biasa. Klaim 500 ribu orang di AS meninggal dunia karena divaksinasi berasal dari sumber yang terbukti memiliki riwayat menyebarkan informasi palsu.
Selain itu, studi terbaru yang dipublikasikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada Jumat 22 Oktober 2021 justru menemukan bahwa tidak ada peningkatan risiko kematian pada penerima vaksin Covid-19.