Kemudian, Kaishakunin akan menampilkan Kaishaku-nya dengan memenggal kepala pelaku dalam satu tebasan, tapi membiarkannya menempel di sela kulit di tenggorokan.
Hal ini untuk mencegah kepala tersebut terbang ke arah penonton atau berputar di dalam ruangan, menyemprotkan darah kemana-mana. Hanya penjahat kelas rendah yang dipenggal sepenuhnya.
Kaishakunin akan mulai memenggal sesaat setelah melihat tanda sakit atau keraguan dari pelaku. Untuk pelaku yang menukar pedangnya dengan kipas, Kaishakunin akan mulai memenggal saat pelaku menyentuh perutnya menggunakan kipas. Setelah seppuku selesai dilaksanakan, meja kayu dan pedang akan dibuang karena telah tercemar oleh kematian.
Mengutip dari mai-ko.com ada berbagai jenis Seppuku (Harakiri) yang diidentifikasi dalam literatur yakni:
1. Oibara: Melakukan seppuku setelah atasannya meninggal. Sebelum tahun 1500-an banyak kaishakunin melakukan seppuku mengikuti seppuku dari tuannya.
2. Tsumebara: Memaksa seppuku untuk menghukum seorang samurai. Seppuku bertentangan dengan keinginan seseorang.
3. Tachibara: Melakukan seppuku sambil berdiri. Tachi berarti "berdiri" dalam bahasa Jepang.
4. Kanshibara: Melakukan seppuku untuk memprotes perilaku samurai lain. Contohnya adalah seppuku Hirate Masahide pada tahun 1553 untuk memprotes Oda Nobunaga.
5. Kamabara: Melakukan seppuku dengan menggunakan sabit.
6. Kagebara: Melakukan seppuku tetapi menyembunyikan lukanya untuk mengejutkan penonton. Banyak digunakan dalam drama kabuki.