Awalnya, Hope mengaku berbelanja di toko amal karena ia tidak mau mengenakan busana yang sama dengan orang lain. Sampai akhirnya ia banyak menemukan harta karun terbaik.
Di toko amal, Hope tak hanya bisa menemukan barang klasik bekas yang berkualitas tinggi, tetapi outfit-outfit keluaran retail besar terkadang memberikan sumbangan langsung ke toko amal, ini artinya konsumen bisa mendapatkan barang-barang baru yang trendi tapi dengan harga yang lebih murah.
Dengan berbelanja di charity shop, gadis 18 tahun ini tak hanya bisa mendapatkan barang-barang keluaran desainer berkualitas baik, Mulai dari tas dan dompet Burberry dan Coach yang antik, T-shirt Dior dan ikat pinggang keluaran Mulberry, tetapi juga bisa menghemat hingga ratusan Pound Sterling dalam satu bulan.
Menghempas kebiasaan berbelanja barang-barang fast fashion dengan lebih memilih belanja barang-barang bekas yang vintage, Hope bisa mendapatkan pakaian yang lebih banyak dan mengeluarkan uang yang jauh lebih sedikit, sambil memperpanjang umur pakai dari pakaian usang yang awalnya bisa berakhir sia-sia di tempat pembuangan sampah.
“Saya akan mengajak lebih banyak orang untuk berbelanja di charity shop terutama jika Anda adalah tipe orang yang ingin bergaya dengan pakaian “out of the box” dan berbeda dari orang lain karena melihat banyak orang bergaya pola yang sama. Itu bukan gaya mereka sendiri, itu hanya tren mikro dari fast fashion,” pungkas Hope.
(Dyah Ratna Meta Novia)