Sepuluh persen dan sembilan persen, masing-masing, tidak makan buah dan sayuran. Sekitar 21 persen anak-anak sekolah menengah dan 12 persen siswa sekolah dasar hanya mengkonsumsi minuman non-energi atau tidak sama sekali untuk sarapan, sementara 11 persen tidak makan siang.
Penelitian menemukan bahwa siswa yang makan satu atau dua porsi harian buah dan sayuran mencetak 1,42 unit lebih tinggi, sementara makan tiga atau empat porsi menunjukkan peningkatan 2,34 unit. Mereka yang makan lima porsi atau lebih memiliki skor 3,73 unit lebih tinggi.
"Pada tingkat mendasar, nutrisi yang cukup diperlukan untuk menyediakan bahan pembangun bagi perkembangan dan fungsi tubuh baik pada anak-anak maupun orang dewasa, termasuk pertumbuhan dan replikasi sel, sintesis DNA, neurotransmitter serta metabolisme hormon, khususnya penting bagi anak-anak, nutrisi optimal sangat penting untuk perkembangan otak," kata para peneliti.
Seperti dilansir dari Antara, penulis penelitian mengakui penelitian mereka memiliki keterbatasan, termasuk fakta bahwa tanggapan survei bisa jadi tidak akurat.
(Dyah Ratna Meta Novia)