JUMLAH Kasus Covid-19 di Tanah Air telah menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan. Meski demikian, masyarakat diimbau tidak senang, apalagi terlena dengan penurunan kasus Covid-19.
Sebab Indonesia masih berpotensi mengalami ledakan kasus Covid-19 seperti sebelumnya.
Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengatakan ada beberapa faktor yang sangat dikhawatirkan terjadi di masyarakat. Jika tidak dikelola dengan baik, maka potensi peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia bisa naik dengan cepat dalam waktu singkat.
Ada tiga hal selain abai protokol kesehatan yang menurut dr. Fajri dapat menyebabkan faktor Covid-19 membeludak, di antaranya:
1. Revenge atau balas dendam
Hal ini terjadi di banyak negara lain. Jadi karena lama dikurung, kemudian lelah, akhirnya balas dendam dengan travelling kemana-mana. Mereka traveling bersama keluarga dan ketika pulang juga lupa dengan protokol kesehatan. Jadi ada peningkatan mobilitas tanpa diimbangi dengan prokes.
2. Banyak tempat aktivitas yang dibuka
Jadi ruangan tertutup seperti sekolah, kantor, juga turut menyumbang potensi kenaikan kasus.
3. Revenge silahturahmi
Masyarakat banyak yang jalan-jalan ke bioskop bersama. Saya tidak melarang itu, hanya kegiatan ini berpotensi menimbulkan pertambahan kasus Covid-19. Sebab varian Delta masih ada.
Dokter Fajri menambahkan bahwa intinya Covid-19 berpotensi untuk kembali membeludak jika mobilitas masyarakatnya tinggi, lupa protokol kesehatan, udaranya tertutup, dan lelah dengan pandemi Covid-19.
(Dyah Ratna Meta Novia)