Selama menempuh perjalanan menggunakan kapal layar dari Arab menuju pesisir Aceh yang memakan waktu berbulan-bulan, awak kapal merasa bosan. Sehingga untuk mengisi waktu, Syech Ahmad Badrun menciptakan sebuah permainan.
Baca juga: Mendorong Bangkitnya Pariwisata Bumi Serambi Makkah
Belakangan, permaianan tersebut menjadi sebuah tari yang sekarang lebih dikenal dengan Tari Likok Pulo, yang menggunakan Boh Likok (potongan kayu dari pohom Tho ie yang berbentuk bulat) sebagai properti yang dimainkan oleh para penari Likok Pulo.
Selain memperkenalkan seni, Syech Ahmad Badrun juga menyebarkan ajaran Islam di Aceh. Kisah Syech Ahmad Badrun dan Tari Likok Pulo ini sudah diwariskan turun temurun oleh orang tua kepada generasi saat ini.
(Salman Mardira)