Mengenal Tari Likok Pulo, Kesenian Tradisional Aceh yang Diciptakan oleh Ulama Arab

Salman Mardira, Jurnalis
Minggu 03 Oktober 2021 03:01 WIB
Tari Likok Pulo (Foto glory-travel.com)
Share :

DINAS Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar Festival Likok Pulo 2021 secara virtual dalam rangka memperkenalkan kesenian budaya sekaligus daya tarik pariwisata di provinsi Serambi Makkah. Even bertema ‘Tajaga Peunulang Indatu (Menjaga Peninggalan Moyang)’ berlangsung pada 9-10 Oktober

Aceh memiliki berbagai macam kesenian tradisional warisan indatu. Salah satunya adalah Tari Likok Pulo dari Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar.

Baca juga:  Bagaimana Kelanjutan Investasi Pariwisata Uni Emirat Arab di Pulau Banyak Aceh?

Tarian Likok Pulo memang belum setenar Tari Saman, Seudati, Ranup Lampuan atau Ratoh Jaroe, sehingga lewat festival tersebut diharapkan Likok Pulo makin dikenal secara luas. Festival ini memperlombakan Likok Pulo antar sanggar se-Banda Aceh, Aceh Besar dan sekitarnya.

“Tari ini sudah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2014,” kata Kabid Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh, Nurlaila Hamjah.

 

Tari Liko Pulo diciptakan oleh Syech Ahmad Badrun pada tahun 1845 di Gampong Ulee Paya, Pulo Aceh. Ia seorang ulama Arab yang berdagang ke Aceh.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya