“Pada kesempatan ini, kami juga menggunakan kedatangan Pfizer untuk membangun infrastruktur logistik vaksin nasional dengan rantai dingin sampai dengan suhu –80 derajat celcius. Sebagai masukan, sebenarnya vaksin yang datang ke Indonesia dalam suhu -80 derajat celcius, bisa disimpan sampai dengan enam bulan,” terang Menkes Budi.
Lebih lanjut, Menkes Budi mengatakan jika vaksin Pfizer tersebut dikirim menuju kabupaten atau kota yang saat ini sudah memiliki infrastruktur logistik penyimpanan rantai dinginnya sampai –25 derajat celcius, maka masih tetap bisa dilakukan. Namun, vaksin Pfizer ini hanya bisa bertahan sampai 2 minggu saja dalam suhu tersebut.
“Kemudian nanti vaksin akan dipindahkan ke box-box khusus yang normal digunakan dalam proses vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), dan itu masih bisa tahan di suhu 2-8 derajat celcius selama 4 minggu,” lanjutnya.
Menkes Budi menambahkan bahwa jika dilihat dari progresnya, dapat disimpulkan bahwa vaksin Pfizer ini selama masih bisa disuntikkan dalam waktu 6 minggu, maka bisa menggunakan jalur logistik rantai dingin yang ada saat ini. Sebab sampai saat ini jalur logistik rantai dingin yang dimiliki pada level kabupaten kota hanya sampai –25 derajat celcius.
(Dyah Ratna Meta Novia)