Mengingat, beberapa persoalan mulai dari hanya menerima materi presentasi power point, belum lagi bila terjadi gangguan koneksi internet bermasalah yang menyebabkan suara teks bermasalah.
"Sehingga kesulitan mencari info tugas dan mengikuti, serta banyaknya tugas tidak sebanding dengan minimnya penjelasan dosen," ucap dia.
Sementara itu yang mempengaruhi masalah pribadi di antaranya pola pikir yang negatif, dan over thinking. Hal ini menyebabkan mahasiswa merasa cemas, stres, tertekan, kesepian karena masalah akademik, kondisi pandemi Covid-19, keluarga, dan lainnya.
Faktor keluarga pada umumnya dikatakan Ari, berkaitan dengan kondisi keluarga mahasiswa, seperti terlibat konflik permasalahan dengan keluarga yang tidak diinginkan.
Lingkungan keluarga yang tidak mendukung masalah ekonomi atau keuangan karena beberapa orangtua tidak bekerja atau penghasilan menurun karena Covid-19, serta adanya pola asuh otoriter, keras, dan tradisional sehingga membuat tertekan.