DI tengah pandemi Covid-19, kita selalu diingatkan oleh para dokter untuk terus meningkatkan imunitas tubuh agar tidak mudah terinfeksi Covid-19. Apalagi saat ini kasus Covid-19 tengah melonjak.
Dokter Debryna Dewi Lumanauw, salah satu dokter yang bertugas di RS Darurat Wisma Atlet, Jakarta Pusat, mengungkapkan, sejatinya hati yang gembira adalah salah satu cara terampuh untuk meningkatkan imunitas tubuh di tengah pandemi Covid-19.
"Saya pernah baca penelitian, kalau orang itu gembira, maka imunitasnya akan meningkat karena mereka melepaskan hormon tertentu," kata Debryna belum lama ini.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Hasil penelusuran Okezone, sejumlah ahli sebenarnya memang telah melalukan berbagai penelitian untuk mengetahui kaitan antara hati gembira dan perasaan bahagia dengan peningkatan imunitas tubuh.
Sementara itu, mengutip laman Psychology Today, para ahli telah melakukan uji coba terhadap sejumlah responden dengan cara menunjukkan beragam video lucu kepada mereka.
Dari hasil uji coba tersebut, peserta atau responden yang rutin menonton video-video lucu dan melakukan berbagai aktivitas yang menggembirakan diketahui memiliki potensi yang lebih kecil terkena penyakit flu. Bahkan, meski mereka telah terpapar penyakit ini, gejala yang dialami cenderung lebih ringan.
Sementara itu, Prof Mike Gleeson, pakar exercise biochemistry di Loughborough University sekaligus penulis buku Eat, Move, Sleep, Repeat juga menambahkan, selain gembira, olahraga juga bagus untuk meningkatkan imunitas tubuh.
Oleh karena itu perlu memahami tips olahraga yang benar agar sistem imun tubuh jadi lebih kuat. Salah satu tips penting adalah jaga tubuh tetap terhidrasi dengan banyak minum air putih saat olahraga agar tidak kekurangan cairan.
Di tempat terpisah, seorang pegiat lingkungan sekaligus traveler Tangguh SR menjelaskan, ia berusaha meningkatkan imunitas tubuhnya dengan sering olahraga di pantai.
Apalagi saat ini dia berada di Bengkulu yang merupakan wilayah dengan banyak pantai. Bahkan Bumi Raflesia ini memiliki garis pantai, memanjang dari Barat Laut di Kabupaten Mukomuko, hingga ke Tenggara di Kabupaten Kaur.
Salah satu rujukan, pantai cantik yang sering dikunjunginya berada di Desa Pengubaian, Sekunyit, Kaur. Jaraknya, 98 kilometer dari pusat Kota Bengkulu. Dapat ditempuh selama kurang lebih lima jam menggunakan kendaraan roda empat.
Dari poros jalan utama, pantai berkarakter karang ini dapat dicapai dalam lima menit. Nyiur melambai di sisi kiri kanan jalan akan memandu pengunjung menuju area pantai.
Salah satu lokasi favorit pengunjung, berada di bibir Pantai Pengubaian. Bagi peselancar, ombak di pantai ini merupakan salah satu spot untuk menari di atas papan. Mereka menyebutnya, Sekunyit Left. Asyik ya, piknik sembari olahraga!
"Selain Sekunyit, ada banyak opsi pantai lainnya di Kaur. Ada pantai Laguna, Linau, Cungkuk, Air Langkap, dan lainnya. "Sesungguhnya, semua Senyawa Kebahagiaan itu ada di pantai," ujar Tangguh.
Baginya, pantai merupakan tempat ideal berolahraga. Dua sisi pantai, pasir dan air dapat menjadi sarana olahraga. Berselancar, snorkeling, sepakbola, voli pantai, atau bahkan sekadar berjemur mendapatkan sinar Ultraviolet B untuk imunitas.
Selain sehat, menurut pegiat lingkungan tersebut, olahraga juga dapat memicu rasa bahagia. Sehingga tubuh mengeluarkan hormon Endorfin.
"Apalagi kalau olahraganya di pantai. Sambil berjemur, mendengarkan musik, dan menikmati pemandangan. Itu sudah dapat dua senyawa kebahagiaan, Endorfin dan Serotonin," terang pria yang populer dengan sebutan Dubes Kutub tersebut.
Agar tetap waras dan bahagia, lanjutnya, manusia juga harus mampu berpikir positif. Karena berpikir positif akan memunculkan energi positif. Hal ini terbukti dapat meminimalisir emosi negatif. Seperti cemas, panik, khawatir, takut, dan gelisah terkait Covid-19.
Salah satu energi positif, muncul saat berbagi cerita usai berolahraga. Mengkonsumsi makanan bergizi, menyantap kuliner laut khas Kaur.
Salah satu menu andalan khas pesisir pantai di Kaur adalah sate gurita. Teksturnya lembut karena sudah direbus dahulu sebelum dibakar. Dapat dinikmati langsung dengan campuran kuah kacang, dipadu lontong atau nasi putih.
Setelah berolahraga, mencicipi kuliner di tepi pantai, sambil menikmati sunset. Berbagi cerita, dan memanjakan diri dengan hidup berkualitas. Diakhiri dengan mandi air hangat, dan tidur cukup. Empat Senyawa Kebahagiaan didapat sekaligus dalam satu lokasi. Endorfin, serotonin, dopamin dan oksitosin.
"Selalu bersyukur dengan nikmat hidup dan kesehatan. Agar senantiasa merasa tenang, nyaman, dan damai. Dengan begitu, kebahagiaan akan datang dengan sendirinya," kata traveler yang sedang mempersiapkan diri ikut seleksi ekspedisi ke Kutub Utara itu.
Jika jauh dari pantai, senyawa kebahagiaan tetap dapat didapat melalui kegiatan di lingkungan sekitar. Misalnya olahraga lari-lari kecil di sekitar perumahan tempat tinggal.
Seperti diketahui, saat ini pemerintah masih memberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk menekan penyebaran Covid-19. Untuk melakukan aktifitas di pantai saat PPKM, tetap dianjurkan untuk menerapkan prokes agar meminimalisir penyebaran virus tersebut. "Di mana pun itu, prokes tetap wajib diterapkan," pesan Tangguh.
(Dyah Ratna Meta Novia)