"Selain Sekunyit, ada banyak opsi pantai lainnya di Kaur. Ada pantai Laguna, Linau, Cungkuk, Air Langkap, dan lainnya. "Sesungguhnya, semua Senyawa Kebahagiaan itu ada di pantai," ujar Tangguh.
Baginya, pantai merupakan tempat ideal berolahraga. Dua sisi pantai, pasir dan air dapat menjadi sarana olahraga. Berselancar, snorkeling, sepakbola, voli pantai, atau bahkan sekadar berjemur mendapatkan sinar Ultraviolet B untuk imunitas.
Selain sehat, menurut pegiat lingkungan tersebut, olahraga juga dapat memicu rasa bahagia. Sehingga tubuh mengeluarkan hormon Endorfin.
"Apalagi kalau olahraganya di pantai. Sambil berjemur, mendengarkan musik, dan menikmati pemandangan. Itu sudah dapat dua senyawa kebahagiaan, Endorfin dan Serotonin," terang pria yang populer dengan sebutan Dubes Kutub tersebut.
Agar tetap waras dan bahagia, lanjutnya, manusia juga harus mampu berpikir positif. Karena berpikir positif akan memunculkan energi positif. Hal ini terbukti dapat meminimalisir emosi negatif. Seperti cemas, panik, khawatir, takut, dan gelisah terkait Covid-19.
Salah satu energi positif, muncul saat berbagi cerita usai berolahraga. Mengkonsumsi makanan bergizi, menyantap kuliner laut khas Kaur.
Salah satu menu andalan khas pesisir pantai di Kaur adalah sate gurita. Teksturnya lembut karena sudah direbus dahulu sebelum dibakar. Dapat dinikmati langsung dengan campuran kuah kacang, dipadu lontong atau nasi putih.