Pebisnis fashion, Marisa Tumbuan, pun tak menampik bahwa penjualan tas branded di masa pandemi masih cukup tinggi. Ini juga sejalan dengan masih banyaknya kaum sosialita dan investor branded fashion item yang terus menjamur di masa pandemi.
"Sekarang, yang ramai dilirik itu tas ukuran medium ke small, ya, kalau untuk rare collection kurang sih," kata Marisa menerangkan tren pembelian item fashion di masa pandemi.
"Jadi, karena tas mendapatkan tempat istimewa di saat muka tertutup masker, itu yang membuat item fashion tersebut semakin banyak diminati, sekalipun koleksi preloved atau second-hand item," sambungnya.
Setuju dengan Bimo, memang tas dan alas kaki banyak diminati saat ini. Secara spesifik, tas dengan material yang lebih mudah dirawat pun semakin tinggi peminatnya.
"Enggak bisa dipungkiri, banyak orang sekarang upaya preventif-nya semakin tinggi. Sepulangnya dari kegiatan di luar rumah, banyak pencinta tas branded itu desinfeksi tas berkali-kali dan karena itu, item fashion yang lebih mudah dirawat yang akhirnya banyak disukai sekarang," tambah owner Ginger Luxthings tersebut.
(Helmi Ade Saputra)