MASKAPAI Air New Zealand telah meminta maaf kepada penumpang bernama Courtney Newbold yang ditegur oleh pramugari dengan alasan pakaiannya tidak pantas dan dia perlu menutupinya.
Courtney Newbold kembali ke Auckland pada Jumat, dalam penerbangan dari Kepulauan Cook, ketika seorang anggota awak kabin mempermasalahkan bagian perutnya yang terbuka.
Newbold, yang mengenakan crop top dua lapis dan legging berpinggang tinggi, diberitahu bahwa pakaiannya tidak pantas.
Baca juga: Maskapai Ini Buat Program Blind Flight, Terbang Tanpa Tahu Tujuan
Sekembalinya dari liburannya, dia memposting kemarahannya ke halaman Facebook maskapai NZ menanyakan mengapa tidak ada yang memperingatkannya tentang pakaiannya selama dua jam menunggu pesawat, namun ketika dirinya naik malah ditegur. Awalnya, dia mengira disuruh menutup diri karena pesawatnya dingin.
"Kemudian pramugari berkata 'Anda menunjukkan terlalu banyak kulit'," kata Newbold seperti dilansir dari NZ Herald, Sabtu (31/7/2021).
Pakaiannya sudah diperiksa di bagasinya. Untungnya temannya yang bepergian dengannya memiliki kaus cadangan, yang bisa dia pakai. "Itu adalah penerbangan terakhir hari itu, jika mereka tidak membiarkan saya terbang, saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan."
Dia melihat penumpang lain sesama pelancong menggunakan baju yang lebih terbuka, terutama penumpang pria dengan celana pendek dan kaos oblong. “Tidak ada penumpang lain yang ditegur,” katanya.
Baca juga: Pramugari Dara Agung Ariani Liburan di Bali, Netizen: Bidadari Turun dari Surga
Newbold, yang memiliki lengan tato kelinci, merasa bahwa ini bukan alasan yang cukup untuk ditutupi. Desain ini tidak menyinggung dan dia telah diberitahu dengan sangat jelas, oleh dua anggota awak kabin, bahwa dia mengekspos 'terlalu banyak kulit'.
Setelah menghabiskan hari berenang di pantai, dia mengenakan pakaian baru untuk terbang pulang.
"Saya telah berusaha untuk menutupinya." Setelah kembali ke rumah, Newbold mengambil foto pakaian yang dia kenakan dan membuat keluhan publik di halaman media sosial maskapai.
Maskapai ini tidak memiliki 'kode pakaian' resmi di luar satu paragraf persyaratan pengangkutan yang meminta agar pakaian penumpang "bersih dan rapi" dan tidak ada alas kaki terbuka yang dikenakan untuk alasan keamanan.