DI masa pandemi covid-19 ini, memberi jeda waktu atau breaktime ternyata dapat meringankan beban pikiran seseorang. Ini juga bisa menekan potensi masalah kesehatan mental selama masa pandemi. Demikian dijelaskan psikolog klinis dari Angsamerah Institution lulusan Universitas Indonesia Inez Kristanti.
"Bekerja dari rumah telah mengaburkan garis waktu kita untuk beristirahat dan kembali bekerja. Sangat penting untuk bisa mengalokasikan waktu yang cukup bagi diri kita sendiri untuk beristirahat dan recharge," ungkap psikolog Inez dalam diskusi daring terkait kesehatan mental, Jumat 16 Juli 2021, seperti dikutip dari Antara.
Baca juga: Terhubung dengan Orang Lain Jadi Cara Jitu Jaga Kesehatan Mental Selama Pandemi
Menurut dia, tubuh dapat memberikan sinyal bahwa kondisinya sudah merasa letih dan lelah. Namun bila diabaikan, justru akan memicu stres. "Waktu istirahat tidak harus memakan waktu lama yang penting memang didedikasikan untuk rehat," jelasnya.
Ia malanjutkan, bentuk jeda waktu untuk tiap orang bisa berbeda-beda. Sebagian orang dapat melepaskan rasa stres dengan berolahraga, memasak, menonton film, atau bercengkrama dengan orang tersayang. Meskipun bentuk jeda waktu bisa bervariasi untuk tiap-tiap orang, hal yang terpenting adalah kualitasnya, bukan kuantitas.
"Karena percuma sebanyak apa pun jeda waktu yang kita punya tapi kita tidak digunakan dengan maksimal. Badan bisa rebahan, tapi otak tetap bekerja, itu sama saja bohong," terangnya.
Baca juga: Psikolog Tika Bisono Ungkap Cara Atasi Stres dan Jaga Kesehatan Mental Selama Pandemi
Bagi yang sudah berpasangan, jeda waktu bisa menjadi alternatif untuk melakukan aktivitas yang berbeda dari biasanya. Selain untuk melepas stres masing-masing, jeda waktu ini juga bisa kembali merekatkan hubungan pasangan yang bisa jadi renggang akibat kesibukan masing-masing saat WFH.
"Sekadar mengobrol dari hati ke hati, masak lalu makan bersama, atau nonton film. Hal-hal sederhana tapi bermakna," kata Inez.