SETELAH virus Covid-19 menyerang China dan menyebabkan pandemi, kali ini ditemukan kasus Flu burung H10N3. Meski begitu, belum diketahui pasti dari mana sumber penyakitnya.
Flu burung ini menyerang pria berusia 41 tahun dengan kondisi tidak parah. Infeksi Flu Burung H10N3 sendiri dikatakan memiliki kemampuan menyebar antarmanusia sangat rendah, meski tetap ada kemungkinan.
Laman Prevention menjelaskan bahwa H10N3 adalah jenis flu burung. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) Penyakit ini umum terjadi pada burung air liar di seluruh dunia dan dapat menginfeksi unggas domestik serta spesies burung atau hewan lainnya.
"Hanya sebagian kecil virus flu burung yang menyebar ke manusia. Kalaupun terinfeksi, penyakit ini bersifat ringan hingga parah," kata Amesh A. Adalja, MD, sarja senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins.
Dokter Amesh mengimbau masyarakat agar tidak terlalu panik dengan ditemukannya pasien pertama flu burung H10N3 di China. Sebab, infeksi tersebut bukan sesuatu yang mudah menular antarmanusia. "Ini bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan oleh kebanyakan orang," sarannya.
Sementara, Dokter Spesialis Penyakit Menular dan Profesor di Vanderbilt University School of Medicine dr William Schaffner, MD, menegaskan bahwa flu burung H10N3 sejauh ini tidak menular antarmanusia. "Ini cukup diwaspadai oleh mereka para peneliti di bidang kesehatan. Informasi seperti ini sebatas untuk berjaga-jaga," katanya.
Jadi, bagaimana kemungkinan penyakit ini menyerang manusia?