VIRAL sebuah foto pengendara motor mengacungkan jari tengah ke kelompok pesepeda yang berada di jalan raya. Dalam foto tersebut terlihat para pesepeda mengambil lajur tengah, bukan di kiri jalan atau di jalur bersepeda yang sudah disediakan.
Lantas, bagaimana sebetulnya etika bersepeda yang baik di jalan raya?
Baca juga: Viral Pemotor Acungkan Jari Tengah ke Kelompok Pesepeda, Netizen Ikutan Kesal
Menurut komunitas sepeda Bike2Work Indonesia, etika memang bukanlah aturan hukum, tidak ada sanksi yang mengikat di dalamnya, melainkan panduan mana yang baik atau buruk.
Melalui cuitan di akun Twitter-nya @B2WIndonesia, mereka membagikan etika dasar bersepada di jalan raya, sebagaimana infografis yang dibuat @yogadwicahyonoid.
1. Beri tanda saat akan berbelok
Beri tanda dengan tangan Anda saat akan berbelok. Hal ini sangat penting untuk memberi informasi kepada pesepeda di belakang maupun pengguna jalan yang lain. Jangan memotong jalan secara tiba-tiba dan pastikan manuver aman.
2. Gunakan kata-kata yang sopan
Sepeda tidak dilengkapi klakson. Satu satunya cara untuk memberi tahu keberadaan pesepeda adalah dengan suara. Pilihlah kata-kata yang sopan tapi tegas dan hindari berteriak-teriak, apalagi mengumpat.
Baca juga: Viral Diacungi Jari Tengah Pemotor, Ini Klarifikasi Kelompok Pesepeda
3. Tetap di lajur kiri
Sebisa mungkin tetaplah di lajur kiri, kecuali sedang menghindari lubang atau menghindari kendaraan yang berhenti. Pastikan saat berpindah lajur tidak ada kendaraan dari belakang.