Procter & Gamble sendiri diketahui selama ini telah menjual krim pelembap ‘White Radiance’ di beberapa negara di dunia, mulai dari India, Malaysia, hingga Singapura. Krim pencerah kulit dikampanyekan pada masyarakat luas, dengan kemampuannya untuk mengurangi konsentrasi atau produksi melanin, yang memberi pigment pada kulit.
Senada dengan Alex, Joanne Rondilla, professor di San Jose State University menambahkan, langkah yang diambil Meghan dan Harry ini membuat keduanya jadi memiliki "tanggung jawab" untuk mengatasi masalah produk dengan perusahaan partner kerjasama mereka tersebut.
“Seperti orang lain di seluruh dunia, saya melihat wawancara mereka bersama Oprah. Penting bagi Meghan untuk mengangkat isu masalah tentang colorism (diskriminasi akibat warna kuli) ini. Saya rasa kerjasama ini justru tidak menyokong pembicaraan isu tersebut,” kata profesor Joanne.
(Martin Bagya Kertiyasa)