Lebih lanjut ia menerangkan, melalui gotong royong, masyarakat yang terkena dampak bencana alam akan lebih cepat pulih dan bangkit.
Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal karena kondisi rumahnya tidak lagi layak untuk dihuni, kehilangan mata pencarian karena rusaknya lahan pertanian dan hilangnya hewan-hewan ternak. Sekolah serta posyandu di desa tersebut juga belum berfungsi normal.
Upaya pembangunan kembali rumah atau tempat tinggal yang rusak akibat bencana, maka perempuan dan anak-anak akan merasa lebih terlindingi.
Baca juga: Pulau Baru Muncul di NTT Pasca-Badai Seroja, Ini Penjelasan BMKG