Pengorbanan Pangeran Philip demi Ratu Elizabeth agar Bisa Bertakhta

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis
Minggu 18 April 2021 08:06 WIB
Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip (Foto: National Potret Gallery)
Share :

Menjadi seorang pangeran sekaligus suami seorang Ratu Inggris merupakan hal yang tidak mudah. Pangeran Philip rela melepaskan karir yang dicintainya demi mendampingi sang istri, Ratu Elizabeth agar bisa bertakhta di Kerajaan Inggris.

Dulu Pangeran Philip bertugas di Angkatan laut dan ditempatkan di Malta, yang menjadi tempat tinggal Pangeran dan Ratu sama seperti tentara lain yang bertugas, paling tidak untuk sementara waktu.

 

Kemudian, putra pertama, Pangeran Charles lahir di Istana Buckingham tahun 1948 disusul Putri Anne tahun 1950.

Pada tanggal 2 September 1950 Pangeran Philip mencapai ambisi dari semua perwira Angkatan Laut dengan diangkat menjadi komandan kapal, HMS Magpie.

Namun karier di Angkatan Lautnya mendekati akhir. Apalagi semakin memburuknya kesehatan Raja George VI membuat putrinya, Ratu Elizabeth harus melakukan tugas-tugas kerajaan yang lebih banyak dan membutuhkan Pangeran Philip sebagai pendamping.

Philip pun cuti dari Angkatan Laut Inggris tahun 1951 namun sejak itu tidak pernah lagi berperan aktif. Ia mengorbankan karirnya demi sang Ratu.

Walau tidak tergolong pria yang suka menyesali sesuatu, belakangan dia mengatakan bahwa ia menyayangkan tidak bisa meneruskan kariernya di Angkatan Laut Inggris.

Rekan-rekannya mengatakan bahwa dia—berdasarkan kemampuannya sendiri—bisa menjadi Kepala Staf Angkatan Laut.

Tahun 1952, pasangan kerajaan ini bersiap-siap untuk lawatan ke negara-negara Persemakmuran, yang mestinya dilakukan Raja dan Ratu.

Ketika mereka sedang berada di Kenya pada Februari, muncul berita bahwa Raja wafat karena menderita coronary thrombosis, gumpalan darah di jantung yang fatal. Pangeran Philip melihat berita itu sebagai 'setengah dunia' jatuh ke tubuhnya.

Setelah kariernya di Angkatan Laut dikorbankan, dia juga harus menciptakan peran bagi dirinya sendiri dan peralihan takhta kepada Elizabeth memunculkan pertanyaan tentang seperti apa kelak peran tersebut.

Dengan semakin dekatnya upacara penobatan, sebuah surat kerajaan menyatakan bahwa Pangeran Philip akan mendapat hak didahulukan setelah Ratu dalam setiap kesempatan walau dia tak punya posisi dalam konstitusi.

Dia sebenarnya punya banyak gagasan untuk memodernisir dan merampingkan kerajaan namun pada saat bersamaan semakin kecewa dengan penentangan keras dari sejumlah pejabat tua kerajaan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya