Dipandang Sebelah Mata
Sebagian masyarakat awam menganggap pramugari adalah ‘pembantu’ di dalam pesawat. Tugasnya hanya menuruti segala permintaan penumpang. Belum lagi desas-desus yang tidak pernah bosan membahas tentang sisi kelam pramugari. Oleh karenanya, pramugari sering kali dipandang sebelah mata.
Padahal pada kenyataannya, tugas pramugari bukan semata-mata melakukan setiap suruhan penumpang. Tugas utama seorang kru kabin adalah memastikan keamanan penumpang pesawat. Untuk jadi pramugari pun bukan hal mudah dan hanya mengandalkan kecantikan saja. Berbagai tes serta pelatihan harus dilewati, seperti pelatihan memberikan pertolongan pertama, memadamkan api, menghadapi perbedaan sifat manusia, dan sebagainya.
Tidak semua pramugari pun seburuk yang dibicarakan kebanyakan orang. Banyak sekali pramugari yang benar-benar bekerja untuk menghidupi keluarganya dan selalu berusaha menghindari sisi buruk dari pekerjaannya.
Namun, stigma negatif tersebut memang sudah sangat sulit untuk diubah. Oleh karenanya, seorang pramugari harus menulikan telinga dari omongan tidak mengenakan.
Sering Telat Makan
Demi memberikan pelayanan maksimal untuk penumpang, pramugari acap kali lupa untuk memperhatikan kesehatannya sendiri. Belum lama ini, Anisa Fajar menceritakan pernah terkena asam lambung saat terbang ketika Ramadhan. Ketika itu, ia memilih untuk mengutamakan kebutuhan penumpang terlebih dulu, sebelum makan.
Jam Tidur Berantakan
Jam kerja pramugari tidak seperti karyawan kantoran yang bekerja dari pukul 09.00 hingga 17.00. Hal ini dikarenakan jadwal penerbangan tidak selalu ada pada siang hari.
Jika ditugaskan pada penerbangan pagi, mau tidak mau pramugari harus bersiap sejak subuh bahkan dini hari. Jika jadwal terbangnya adalah malam, mereka harus tetap terjaga untuk mengurus penumpang. Jam tidur pun jadi berantakan dan tidak menentu.
Kondisi seperti itu tentunya merugikan bagi tubuh. Tapi, itu adalah risiko yang harus diterima setiap pramugari.
(Dewi Kurniasari)