PRAMUGARI salah satu profesi yang beruntung, karena bisa berkeliling dunia gratis, bertemu banyak orang, hingga menerima gaji tinggi. Tapi di balik semua itu, pramugari juga pekerjaan yang cukup berisiko.
Walaupun deretan keuntungannya menggiurkan, tapi sebelum jadi pramugari alangkah baiknya jika Anda tahu terlebih dahulu risiko yang didapat saat bekerja.
Seorang mantan pramugari Anisa Fajar menceritakan pengalamannya.
Lantas, berikut risiko yang harus diterima saat menjadi kru kabin. Yuk simak!
Jarang Bertemu Keluarga
Bagi mantan pramugari asal Cianjur itu, risiko terbesar yang harus didapatkan saat menjadi pramugari adalah tidak bisa selalu bertemu dengan keluarga, terutama Ibunya. Terlebih, Anisa ditempatkan di Bali, sangat jauh dari kampung halamannya.
Jauh dari sanak keluarga memang kenyataan pahit yang cukup menyiksa bagi sebagian besar kru kabin. Terlebih mereka yang punya hubungan dekat dengan keluarganya. Namun, itu adalah salah satu konsekuensi yang diterima jika ingin menjadi pramugari.
Mengalami Pelecehan Seksual
Dalam sehari seorang pramugari bertemu dengan ratusan orang. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa tidak semua orang yang menumpangi pesawat merupakan orang baik, beretika, dan punya sopan santun. Kerap kali pramugari dilecehkan baik secara verbal maupun fisik oleh penumpangnya sendiri.
Kejadian buruk seperti itu juga pernah dialami oleh Anisa. Ia kemudian menyampaikan, sebagai korban, pramugari bisa melaporkan berbagai macam tindak tidak mengenakan yang didapat dari penumpang kepada pilot. Hal merugikan tersebut juga bisa ditindaklanjuti secara lebih serius lagi.