Sehingga, pemerintah tidak akan buru-buru naik ke satu juta penyuntikan dalam satu hari, sebab persediaan vaksin akan habis dalam waktu hanya dua minggu dalam target waktu dua bulan.
“Bukannya kita tidak mau cepat-cepat, tapi kalau nanti vaksinnya habis dan masyarakat jadi menunggu, maka akan jadi resah. Sebanyak 70-75% yaitu hampir sekira 330 juta vaksin, akan datang di semester kedua. Pada semester kedua akan naik suntikannya menjadi tinggi sekali," katanya.
"Jadi sekarang kita sedang melatih, bagaimana meningkatkan phase penyuntikan. Nanti pada saat semester kedua, akan naik jumlah vaksinasinya, malah harus di atas 1 juta atau bahkan 1,5 juta suntikan per hari,” tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)