"Ada semacam lubang yang menembus trakea dan esofagus di dalam tubuh Reese. Saat lubang itu terbentuk, kemungkinan udara pergi ke tempat yang tidak seharusnya sangat mungkin terjadi. Makanan dan minum pun akhirnya bisa melewati lubang itu dan benda-benda tersebut tidak menuju tempat yang seharusnya," cerita Hamsmith.
Sejak saat itu, Reese menggunakan selang makanan dan menggunakan ventilator untuk bernapas. Dia bahkan membutuhkan operasi lanjutan.
Bayi mungil itu sempat mendapat penanganan CPR sebanyak dua kali dan di momen kedua kalinya itu Reese meninggal dunia, tepatnya pada 17 Desember 2020.
Sementara itu, Dokter Emily Durkin, direktur medis bedah anak-anak di Rumah Sakit Anak Helen DeVos di Grand Rapids, Michigan, yang tidak merawat Reese, mengatakan di salah satu stasiun televisi di Amerika bahwa baterai yang tertelan dapat menyebabkan bahaya serius jika tertahan di kerongkongan.
"Jika Anda menelan batu baterai dan tersangkut di kerongkongan, kondisi itu membuat dinding depan esofagus rusak dan ini membuat arus listrik benar-benar mengalir melalui jaringan esofagus. Ketika itu terjadi, baterai akan membunuh dengan membakar jaringan di sekitar baterai itu berada," papar dr Durkin.
(Dyah Ratna Meta Novia)