Penyebab nyeri bahu lainnya di antaranya radang sendi, tulang rawan robek, manset rotator robek, kantung bursa atau tendon bengkak, taji tulang (proyeksi tulang yang berkembang di sepanjang tepi tulang), saraf terjepit di leher atau bahu, patah tulang bahu atau lengan bahu beku, dislokasi bahu, cedera karena penggunaan yang berlebihan atau berulang, cedera saraf tulang belakang, dan serangan jantung.
Jika Anda memeriksakan keluhan ini ke tenaga medis, dokter akan meminta riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Tes pencitraan, seperti sinar-X atau MRI, dapat menghasilkan gambar bahu Anda yang mendetail untuk membantu diagnosis.
Dokter mungkin juga mengajukan pertanyaan untuk menentukan penyebabnya. Pertanyaan yang muncul seperti; Apakah nyeri di satu bahu atau keduanya? Apakah nyeri ini mulai tiba-tiba? Jika ya, apa yang kamu lakukan? Apakah nyeri berpindah ke area lain di tubuh Anda? Apakah area yang nyeri menjadi merah, panas, atau bengkak?, dan lain sebagainya.
Anda harus menghubungi dokter jika Anda mengalami demam, ketidakmampuan untuk menggerakkan bahu, memar yang berkepanjangan, panas dan nyeri di sekitar sendi, atau nyeri yang terus berlanjut setelah beberapa minggu perawatan di rumah.
Jika nyeri bahu Anda tiba-tiba dan tidak terkait dengan cedera, segera rumah sakit karena ini mungkin tanda serangan jantung. Tanda-tanda serangan jantung lainnya termasuk: kesulitan bernapas, sesak dada, pusing, keringat berlebih, nyeri di leher atau rahang juga.
(Martin Bagya Kertiyasa)